Bisnis kecil : Makanan ringan dan cukup sehat untuk Anak di sekolah

Seperti tulisan saya sebelumnya, sudah 2 minggu ini membuat makanan kecil untuk dipasarkan di sekolah. Dan Alhamdullilah, Jumat kemarin sudah mulai nambah orang lagi yang memasarkan. Anak SMA depan rumah. Dia memasarkan produk saya ini di lingkungan SMA..ke teman-teman sekolahnya juga. Sekali lagi, saya coba buat makanan sehat, menkenyangkan, dan murah. Dan Semua harganya Rp. 1000,00. Masalah untung, insya Allah adalah, dan yang penting (dan amat mengharukan), Ani (anak yang bawa makanan saya ke teman-teman SMAnya) bilang bahwa dia senang bisa punya uang saku sendiri, tanpa minta dari orang tuanya lagi. Nominalnya tidak banyak, tapi dia bisa dapat uang saku gratis setiap hari. Alhamdullilah...semoga ini berkah buat kami semua..Amin


1. Pancake lipat, dengan toping coklat. Harga Rp. 1000,00, Laris manis, anak-anak sangat suka coklat. Sebenarnya siapapun bisa membuat ini dirumah...



2. Martabak Mie
, ini favorit anak SMA...jangan lupa sertakan cabe rawit untuk mereka...(karena saya kemarin lupa, karena biasanya saya bawa untuk anak-anak kecil ga pedes)


3. Nasi Goreng Pattaya, daripada mengundang banyak pertanyaan saya pake nama nasi goreng bungkus telur saja, hmmm...anak kecil langsung penasaran dengan nasi goreng ini...laris manis...jangan lupa, sertakan saos cabai (untuk anak besar) dan atau saos tomat...(yang ini mending buat sendiri..


4. Roti Jala...(modifikasi dari Pancake), untuk roti jala, saya pake filling coklat juga, di tambah keju di dalamnya, Hasilnya....alhamdullilah ..laris manis..


5. Eclairs...yang ini..baru praktek. Jadi wajar kan kalo bentuknya ga genah...hehhe.. Tapi hasilnya lumayan kan?..larisssss manissssss.....


Setiap hari, untuk dipasarkan di 2 tempat, saya bisa memasarkan sekitar 100 kue setiap hari. dengan harga Rp 1000/kue, maka bisa dihitung sendiri berapa omzet harian. Bisa dibayangkan kalo lebih banyak tempat lagi. Menurut saya, yang saya coba pertahankan, rasa, bentuk penyajian dan tentu saja...makanan sehat. Anda tertarik????....ayo bareng saya...

Seperti Dejavu

Rasanya tidak ingin curhat disini lagi,...tapi ingin menuliskan ini. Harus mengambil nafas lebih dalam dan harus siap "merapatkan" diri kembali pada Sang Empunya hidup, Allah SWT.

Kejadian demi kejadian berjalan seperti tahun 2004, yang terpikir sekarang seperti dejavu...dan ternyata, diri ini bisa bersikap lebih tenang...karena kami sudah tidak tahu lagi akan bersikap lain. Kami sudah pasrah...

Kalo Allah sudah berfirman, "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan secara sempurna dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ” (Al-Baqarah: 155-157)", maka yang perlu kami siapkan sekali lagi adalah....SABAR dengan terus melangkah menyempurnakan iktiar kami. Dan seraya berdoa dan saling menguatkan antar diri kami...

Untuk Anak dan Kantong kita


Kepepet...adalah kata ajaib yang sering membuat banyak orang secara cepat atau lambat bisa berubah karakter, ide atau bahkan nasib. Banyak cerita orang-orang sukses yang berawal dari "kepepet". Karena memang benar, otak akan dipacu bekerja, dan menurut saya semua bagian otak, akan dipacu bekerja untuk menghasilkan sesuatu. Kreativitas akan muncul dan terkadang spontan tanpa pikir panjang.

Tapi dari spontanitas ini terkadang banyak keuntungan yang bisa kita dapat. Orang kepepet biasanya sudah memikirkan lagi resiko yang mungkin timbul, walaupun ada jeleknya. Hanya saja, keberanian ini terkadang tidak muncul jika orang dalam keadaan nyaman atau normal. Kalau dalam agama saya, mungkin saat ini pertolongan Allah datang. Ketika kita sudah mentok (karena banyak hal, dan hati sudah tawakal..saat itulah pertolongan Allah SWT akan datang.

Adalah saya. Saat ini saya sedang kepepet. Kepepet kebutuhan, kepepet ide, bingung mau melakukan apa dengan keadaan serba terbatas. Sabtu pagi kemarin, saya memutuskan untuk meng"hibernasi"kan warung untuk sementara waktu. Ada masalah serius yang membuat saya melakukannya.

Kebutuhan terus mendesak, membuat saya putar otak dengan segala keterbatasan. Hari minggu pagi, saya ingat waktu itu, seperti biasa saya liat anak-anak didepan rumah jajan makanan. Menurut saya, makanan yang mereka beli sama sekali tidak sehat. MSG dan segala tetek bengek "sampah" yang akan membuat mereka jadi sakit. Dari sini muncul ide, dan terutama karena saya teringat lagi adik saya, yang sudah mulai suka jajan. AKhirnya, Bismillah saya bicara pelan padanya, dan alhamdullilah dia mau membantu saya membawakan makanan yang akan saya buat. Keuntungan saya adalah adik saya sudah terbiasa berjualan barang ke teman-teman sekolahnya.

Jadilah mulai hari senin, kami membuat makanan yang "dalam catatan" juga disukai adik saya. Hari itu kami berdua membuat burger mini dari roti prancis murahan dari sebuah toko roti di kota kami. Dalamnya kami isi dengan keju dan daging lembaran pula. Kami sepakat menjual dengan harga Rp 1000,00. Saya yakin dengan porsi seperti itu, cukup mengeyangkan anak-anak. Dan yang mengembirakan semuanya habis. Dan ada yang lebih mengejutkan, adik saya membawa catatan pesanan burger dari teman-temannya dan berjumlah 50 buah. Yang saya pikirkan....Ini peluang...kenapa saya tidak gunakan.

Sudah 5 hari ini saya membuat panganan sehat untuk dijual di sekolah. Berganti-ganti menunya. Ada nasi goreng thailand, panekuk. Jumlah yang kami jual terus naik dari hari ke hari. dan Tadi siang saya menyiapkan 50 buah dengan 2 macam menu. Laris manis alhamdullilah. Yang penting, untuk menarik anak-anak, bentuk makanan menarik. itu yang pertama, Yang kedua tentu saja, harus sehat.

Mau tau keuntungan? Sangat lumayan ternyata. Dan keuntungan itu nyata. Mungkin kecil nominalnya buat saya jaman "dahulu kala", tapi buat saya sekarang...itu sangat lumayan. Hampir 200%. Tidak heran pula, keluarga teman adik, ada yang menyekolahkan ke 5 anaknya ke universitas hanya dengan berjualan risoles.

Saya ingin berniat, tetap menyediakan makanan sehat, tanpa pemanis buatan, tanpa MSG, tanpa bahan yang membahayakan mereka. Mereka bisa makan jajanan sehat tanpa resiko, dan kami bisa bertahan hidup dengan melakukan ini. Boleh dicoba, yakinlah bahwa ini peluang besar..

Gourami Soup


After Ied, we still have a gourami in our refrigerator. Can you imagine? in Ied until yesterday, we was consumed many kind of "fat". And we got bored of it. So, i took gourami, some simple vegetables, and then "Mix" them in my pot. This recipes is very simple and just spend 30 minute to made it. Try this and serve them to your lovely family, i quarantee that this soup is "nyekamin"..and good for your health...

Recipes :

1 kg gourami (better if fresh)
1 cm ginger
3 garlic
7 red onion
1 tea spoon white pepper
1 Tomato
celery and onion leaf (scallion?)
Kemanggi Leaf
sugar and Salt (depend on you)
maggi block or other (just a little bit)

Adakah Perpisahan itu akan menghilangkan semua?


Saya, adalah orang yang tidak seratus persen percaya pada perpisahan. Saya adalah orang yang sangat percaya, bahwa dunia ini hanya selebar daun kelor. Kemanapun kaki melangkah selama masih ada di dunia, maka insya Allah akan dipertemukan. Jika tidak bertemu langsung secara fisik, maka kenangan atau apapaun, dalam bentuk apapun pasti akan mempertemukan kita.

Seperti halnya satu jejaring sosial yang sedang meledak, maka semua orang bertaut satu sama lain. Mungkin tidak secara langsung, tapi ada saja jalan yang bisa menghubungkan kita semua.

Sempat menghilang dan putus kontak dengan teman-teman, teman main, SD, SMP, SMA dan kuliah, membuat hidup saya serasa ada yang hilang. Ini perasaan saya yang sebenarnya. Entah saya yang menghilangkan diri atau mereka yang menghilang.

Dulu, seringkali ketika saya pulang kerja dengan berjalan, saya pandang langit. Dalam hati saya bilang, saya dulu punya banyak teman, tapi dimana mereka sekarang.
Dengan keterbatasan sinyal dan macam-macam, saya menghilang dari peredaran. Beruntung saat itu dengan fasilitas internet gratis kantor (itupun baru tahun 2007) di kantor lab saya, semua menjadi sedikit berubah. Mulailah saya bertemu dengan teman kuliah saya. Isroi. Darinya saya mulai tahu sedikit demi sedikit teman2.

Kemudian ada Enik. Dan saya menemukan jejaring Facebook, dan akhirnya bertemu teman SD, SMP, SMA, Kuliah, teman main dan handai taulan. Serasa lengkap lagi hidup saya.

Sekarang, berada di kota saya, lebih memudahkan saya bertemu dengan mereka. Perpisahan sekian tahun, tidak menghilangkan semua. Ada kenangan, ada rasa pertemanan yang semakin kuat. Walaupun mungkin dulu kami tak akrab. Tapi sungguh, bahagia bertemu dan menemukan kalian kembali. Pertemanan yang semakin akrab, membuat jiwa semakin lengkap.

Semoga pertemanan kita membawa hal baik. bukan hanya pertemanan tanpa makna kawan. Ternyata perpisahan kita di masa lalu, tidak menghilangkan semua hal. Akan ada saat bertemu, dan semoga saat itu menjadi saat terbaik bagi diri kita. Demikianpun dengan saya....

Malam Takbir Ramadhan 1431 H


Takbir malam ini, tahun ini, terasa lagi dalam keluarga saya. Terasa haru, karena kami sudah melewati 1 tahun dari ramadhan tahun lalu. Terasa haru, karena sudah 30 hari melalui ramadhan yang penuh berkah. Terasa haru, karena itu berarti akan berpisah dan menunggu 11 bula lagi untuk sampai padanya. Terasa haru, karena ...kami sekali lagi akan melewati tanpa keluarga yang lengkap.

Takbir malam ini, tahun ini, bagi saya pribadi, sulit dibayangkan. Saya rindu suasana dulu, ketika saya mengantar zakat dengan almarhum Bapak. Sekarang...saya mengantar sendiri untuk diri saya dan adik saya. Ada hal yang membuat saya terkadang sedih tapi justru tidak bisa mengambil sikap.

Ketika ramadhan tiba, terutama, maka akan banyak orang yang datang ke rumah. Ini sudah terjadi beberapa tahun. dari 2005 tepatnya. Dan terus terang saya tidak menyaksikan ini sendiri. Ada zakat fitrah yang diberikan pada adik saya, Sasa. Sedih..

Semua orang pasti tahu, siapa saja yang berhak menerima zakat. Yatim piatu salah satunya. Dan adik saya masih digolongkan dalam golongan ini. Rasanya saya ingin menolak bilang, kawan, saudara...saya masih bisa, Tolong. Tapi saya pernah dengar seseorang bicara pada saya, "Orang-orang itu sayang Sasa es, dan mereka juga ingin dapat pahala, biarkan saja". Tapi saya khawatir, adik saya akan terbiasa dengan ini, jawab saya saat itu. Lanjut dia, "Latih adikmu untuk suka berbagi juga dengan orang lain, jangan latih dia hanya mau menerima saja". Anda tahu, sampai sekarang...saya sedih dan mending berusaha menghindar dan pura2 tidak tahu..jika ada yang memberi.
Tugas kami kakaknya ternyata berat setelah ini, melatih dia untuk lebih suka tangan di atas.

Maafkan saya teman, saudara, handai taulan jika saya merasa seperti ini. Tapi insya Allah saya akan berusaha, sebisa mungkin, adik saya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih atas kasih sayang kalian padanya. Tapi jujur saya lebih senang jika membantu kami melatih dia untuk bisa seperti kalian....

SLAMAT HARI RAYA IDUL FITRI...
TAQABALALLAHUMINNAWAMINKUM...
TAQABAL YA KAREEM..
Semoga Allah menerima semua amal kebaikan kita semua..Amin..

Perjalanan dengan guyuran hujan...


Kemarin sore, saya mengunjungi teman saya di warung. Karena saya janji akan membawakan buah tangan pada teman saya sebenarnya. Tapi karena Hamdan, nama teman saya ini, keburu pulang, akhirnya kami berdua, saya dan frida memutuskan mengatarkan bebek ke rumahnya. Sebenarnya tidak jauh, masih diperbatasan Banjarnegara purbalingga, tapi karena harus masuk jalan lintas kecamatan serasa jauh jadinya.

Perjalanan penuh dengan air hujan!...ditemani air hujan terus maksudnya. Dingin, dengan sepeda motor dan hanya dengan jas hujan yang bocor sana sini. Dari Purwokerto, sudah harus pakai jas hujan, eh ternyata hingga pulang. Perjalanan dari bukateja, kami ambil arah lurus...desa apa saya lupa. Tapi yang jelas, sepanjang jalan ada pohon mangga di kiri kanan. Inilah yang kusuka dari Purbalingga, setiap desa punya ciri khas sendiri. dan Masih sangat asri..rapi. Masuk ke wilayah rakit, bau wangi melati (ah hati saya masih ga enak nyebut bunga ini) menyeruak sepanjang perjalanan kami walau saat hujan deras. Tumben amat kok semerbak banget.

Rakit adalah salah satu desa di Banjarnegara yang memang mengkhususkan diri pada pertanian melati teh, orang Rakit menyebutnya sebagai melati gambir. Melati jenis ini berbeda dengan melati hiasan pengantin (melati menur, mereka biasa sebut). Daun lebih kecil, batang lebih banyak dan melati jenis ini lebih kecil pula. Tak akan pernah bosan perjalanan melewati ini...kiri kanan jalan hanya berisi ladang pertanian. hijau...

Sampai di SD kincang, kami belok ke arah kiri...wow...seperti di ubud. Terasiring...bersisian dengan irigasi yang berkelok...indah dan nyaman sekali untuk tempat pertanian. Ternyata masih 1 km kami masuk kedalam hingga sampai rumah Hamdan. Sungguh kampung yang sangat produktif. Pertanian dan perikanan, dan satu lagi...dinginnnn sekali kampungnya. Pantas Hamdan doyan tidur di sini.

Terjebak hujan hingga 2 jam di rumah Hamdan, kami bercerita seputar melati gambir. Hasil pertanian yang berhasil mengantarkan Hamdan hingga alih jenjang di Fakultas Pertanian. Hebat. Siapa sangka, bunga kecil yang pada saat tertentu hanya menghasilkan Rp 500 per kilo bagi pemilik lahan, bisa menyekolahkan anak hingga hampir sarjana. Kehidupan mereka sangat layak, mungkin lebih layak dibandingkan para pegawai di perkotaan. dan yang jelas, Damai sekali di kampung kincang ini.

Kata Bapak Hamdan, saat ini harga melati sedang bagus karena tidak sedang musim. Bisa mencapai harga Rp 18.000,00 per kilo basah. Dan bila dikurangi ongkos pemetik, petani seperti Bapak Hamdan masih bisa beroleh Rp. 13.000,00 per kilo basah. Bapak bilang, setiap hari, mereka bisa mengumpulkan 15-20 kg melati gambir.

Pemetikan melati gambir ternyata dibatasi oleh waktu, jam 1 siang, sudah harus terkumpul, dan bila tidak akan ditinggal oleh pengepul. Mereka memulai memetik pagi hari jam 6, dan ada 2 tugas, pemetik dan pemangkas batang. Pemetik bertugas mengambil kuncup melati, yang mekar tidak bisa diambil. Sementara pemangkas, harus dilakukan setiap hari untuk menumbuhkan semian baru yang nantinya akan tumbuh bunga baru. Bila tidak, maka melati tidak akan berbunga dan akan mati. Dan menurut ibu, bunga ini, tidak bisa tumbuh disembarang tanah dan tempat. Bisa tumbuh tapi tidak berbunga denga optimal. bahasa ilmiahnya..Untuk budidaya melati secara komersial diperlukan tanah yang remah, porus, berpasir dan juga kaya bahan organik yang telah terdekomposisi (Pizzetti dan Coaker, 1968). Jadi yang suka melati...siap2lah untuk menjadi tanah yang bisa membuatnya berkembang, tidak hanya tumbuh saja..

Obrolan ngalor ngidul yang banyak ilmu, hujan diluar masih deras dan tambah deras. Akhirnya kami memutuskan pamit. Hujan yang deras sepanjang jalan, tidak mengurangi harumnya melati dan pemandangan indah dari mulai rakit, karang cengis, Kemangkon, Jetis, Toyareka hingga Blater. Jalur alternatif dengan banyak keindahan khas pedesaan. Perjalanan indah yang mungkin juga kadang sulit ditemukan di daerah seperti Purwokerto, walaupun bersebelahan.