Untuk Anak dan Kantong kita


Kepepet...adalah kata ajaib yang sering membuat banyak orang secara cepat atau lambat bisa berubah karakter, ide atau bahkan nasib. Banyak cerita orang-orang sukses yang berawal dari "kepepet". Karena memang benar, otak akan dipacu bekerja, dan menurut saya semua bagian otak, akan dipacu bekerja untuk menghasilkan sesuatu. Kreativitas akan muncul dan terkadang spontan tanpa pikir panjang.

Tapi dari spontanitas ini terkadang banyak keuntungan yang bisa kita dapat. Orang kepepet biasanya sudah memikirkan lagi resiko yang mungkin timbul, walaupun ada jeleknya. Hanya saja, keberanian ini terkadang tidak muncul jika orang dalam keadaan nyaman atau normal. Kalau dalam agama saya, mungkin saat ini pertolongan Allah datang. Ketika kita sudah mentok (karena banyak hal, dan hati sudah tawakal..saat itulah pertolongan Allah SWT akan datang.

Adalah saya. Saat ini saya sedang kepepet. Kepepet kebutuhan, kepepet ide, bingung mau melakukan apa dengan keadaan serba terbatas. Sabtu pagi kemarin, saya memutuskan untuk meng"hibernasi"kan warung untuk sementara waktu. Ada masalah serius yang membuat saya melakukannya.

Kebutuhan terus mendesak, membuat saya putar otak dengan segala keterbatasan. Hari minggu pagi, saya ingat waktu itu, seperti biasa saya liat anak-anak didepan rumah jajan makanan. Menurut saya, makanan yang mereka beli sama sekali tidak sehat. MSG dan segala tetek bengek "sampah" yang akan membuat mereka jadi sakit. Dari sini muncul ide, dan terutama karena saya teringat lagi adik saya, yang sudah mulai suka jajan. AKhirnya, Bismillah saya bicara pelan padanya, dan alhamdullilah dia mau membantu saya membawakan makanan yang akan saya buat. Keuntungan saya adalah adik saya sudah terbiasa berjualan barang ke teman-teman sekolahnya.

Jadilah mulai hari senin, kami membuat makanan yang "dalam catatan" juga disukai adik saya. Hari itu kami berdua membuat burger mini dari roti prancis murahan dari sebuah toko roti di kota kami. Dalamnya kami isi dengan keju dan daging lembaran pula. Kami sepakat menjual dengan harga Rp 1000,00. Saya yakin dengan porsi seperti itu, cukup mengeyangkan anak-anak. Dan yang mengembirakan semuanya habis. Dan ada yang lebih mengejutkan, adik saya membawa catatan pesanan burger dari teman-temannya dan berjumlah 50 buah. Yang saya pikirkan....Ini peluang...kenapa saya tidak gunakan.

Sudah 5 hari ini saya membuat panganan sehat untuk dijual di sekolah. Berganti-ganti menunya. Ada nasi goreng thailand, panekuk. Jumlah yang kami jual terus naik dari hari ke hari. dan Tadi siang saya menyiapkan 50 buah dengan 2 macam menu. Laris manis alhamdullilah. Yang penting, untuk menarik anak-anak, bentuk makanan menarik. itu yang pertama, Yang kedua tentu saja, harus sehat.

Mau tau keuntungan? Sangat lumayan ternyata. Dan keuntungan itu nyata. Mungkin kecil nominalnya buat saya jaman "dahulu kala", tapi buat saya sekarang...itu sangat lumayan. Hampir 200%. Tidak heran pula, keluarga teman adik, ada yang menyekolahkan ke 5 anaknya ke universitas hanya dengan berjualan risoles.

Saya ingin berniat, tetap menyediakan makanan sehat, tanpa pemanis buatan, tanpa MSG, tanpa bahan yang membahayakan mereka. Mereka bisa makan jajanan sehat tanpa resiko, dan kami bisa bertahan hidup dengan melakukan ini. Boleh dicoba, yakinlah bahwa ini peluang besar..

Gourami Soup


After Ied, we still have a gourami in our refrigerator. Can you imagine? in Ied until yesterday, we was consumed many kind of "fat". And we got bored of it. So, i took gourami, some simple vegetables, and then "Mix" them in my pot. This recipes is very simple and just spend 30 minute to made it. Try this and serve them to your lovely family, i quarantee that this soup is "nyekamin"..and good for your health...

Recipes :

1 kg gourami (better if fresh)
1 cm ginger
3 garlic
7 red onion
1 tea spoon white pepper
1 Tomato
celery and onion leaf (scallion?)
Kemanggi Leaf
sugar and Salt (depend on you)
maggi block or other (just a little bit)

Adakah Perpisahan itu akan menghilangkan semua?


Saya, adalah orang yang tidak seratus persen percaya pada perpisahan. Saya adalah orang yang sangat percaya, bahwa dunia ini hanya selebar daun kelor. Kemanapun kaki melangkah selama masih ada di dunia, maka insya Allah akan dipertemukan. Jika tidak bertemu langsung secara fisik, maka kenangan atau apapaun, dalam bentuk apapun pasti akan mempertemukan kita.

Seperti halnya satu jejaring sosial yang sedang meledak, maka semua orang bertaut satu sama lain. Mungkin tidak secara langsung, tapi ada saja jalan yang bisa menghubungkan kita semua.

Sempat menghilang dan putus kontak dengan teman-teman, teman main, SD, SMP, SMA dan kuliah, membuat hidup saya serasa ada yang hilang. Ini perasaan saya yang sebenarnya. Entah saya yang menghilangkan diri atau mereka yang menghilang.

Dulu, seringkali ketika saya pulang kerja dengan berjalan, saya pandang langit. Dalam hati saya bilang, saya dulu punya banyak teman, tapi dimana mereka sekarang.
Dengan keterbatasan sinyal dan macam-macam, saya menghilang dari peredaran. Beruntung saat itu dengan fasilitas internet gratis kantor (itupun baru tahun 2007) di kantor lab saya, semua menjadi sedikit berubah. Mulailah saya bertemu dengan teman kuliah saya. Isroi. Darinya saya mulai tahu sedikit demi sedikit teman2.

Kemudian ada Enik. Dan saya menemukan jejaring Facebook, dan akhirnya bertemu teman SD, SMP, SMA, Kuliah, teman main dan handai taulan. Serasa lengkap lagi hidup saya.

Sekarang, berada di kota saya, lebih memudahkan saya bertemu dengan mereka. Perpisahan sekian tahun, tidak menghilangkan semua. Ada kenangan, ada rasa pertemanan yang semakin kuat. Walaupun mungkin dulu kami tak akrab. Tapi sungguh, bahagia bertemu dan menemukan kalian kembali. Pertemanan yang semakin akrab, membuat jiwa semakin lengkap.

Semoga pertemanan kita membawa hal baik. bukan hanya pertemanan tanpa makna kawan. Ternyata perpisahan kita di masa lalu, tidak menghilangkan semua hal. Akan ada saat bertemu, dan semoga saat itu menjadi saat terbaik bagi diri kita. Demikianpun dengan saya....

Malam Takbir Ramadhan 1431 H


Takbir malam ini, tahun ini, terasa lagi dalam keluarga saya. Terasa haru, karena kami sudah melewati 1 tahun dari ramadhan tahun lalu. Terasa haru, karena sudah 30 hari melalui ramadhan yang penuh berkah. Terasa haru, karena itu berarti akan berpisah dan menunggu 11 bula lagi untuk sampai padanya. Terasa haru, karena ...kami sekali lagi akan melewati tanpa keluarga yang lengkap.

Takbir malam ini, tahun ini, bagi saya pribadi, sulit dibayangkan. Saya rindu suasana dulu, ketika saya mengantar zakat dengan almarhum Bapak. Sekarang...saya mengantar sendiri untuk diri saya dan adik saya. Ada hal yang membuat saya terkadang sedih tapi justru tidak bisa mengambil sikap.

Ketika ramadhan tiba, terutama, maka akan banyak orang yang datang ke rumah. Ini sudah terjadi beberapa tahun. dari 2005 tepatnya. Dan terus terang saya tidak menyaksikan ini sendiri. Ada zakat fitrah yang diberikan pada adik saya, Sasa. Sedih..

Semua orang pasti tahu, siapa saja yang berhak menerima zakat. Yatim piatu salah satunya. Dan adik saya masih digolongkan dalam golongan ini. Rasanya saya ingin menolak bilang, kawan, saudara...saya masih bisa, Tolong. Tapi saya pernah dengar seseorang bicara pada saya, "Orang-orang itu sayang Sasa es, dan mereka juga ingin dapat pahala, biarkan saja". Tapi saya khawatir, adik saya akan terbiasa dengan ini, jawab saya saat itu. Lanjut dia, "Latih adikmu untuk suka berbagi juga dengan orang lain, jangan latih dia hanya mau menerima saja". Anda tahu, sampai sekarang...saya sedih dan mending berusaha menghindar dan pura2 tidak tahu..jika ada yang memberi.
Tugas kami kakaknya ternyata berat setelah ini, melatih dia untuk lebih suka tangan di atas.

Maafkan saya teman, saudara, handai taulan jika saya merasa seperti ini. Tapi insya Allah saya akan berusaha, sebisa mungkin, adik saya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih atas kasih sayang kalian padanya. Tapi jujur saya lebih senang jika membantu kami melatih dia untuk bisa seperti kalian....

SLAMAT HARI RAYA IDUL FITRI...
TAQABALALLAHUMINNAWAMINKUM...
TAQABAL YA KAREEM..
Semoga Allah menerima semua amal kebaikan kita semua..Amin..

Perjalanan dengan guyuran hujan...


Kemarin sore, saya mengunjungi teman saya di warung. Karena saya janji akan membawakan buah tangan pada teman saya sebenarnya. Tapi karena Hamdan, nama teman saya ini, keburu pulang, akhirnya kami berdua, saya dan frida memutuskan mengatarkan bebek ke rumahnya. Sebenarnya tidak jauh, masih diperbatasan Banjarnegara purbalingga, tapi karena harus masuk jalan lintas kecamatan serasa jauh jadinya.

Perjalanan penuh dengan air hujan!...ditemani air hujan terus maksudnya. Dingin, dengan sepeda motor dan hanya dengan jas hujan yang bocor sana sini. Dari Purwokerto, sudah harus pakai jas hujan, eh ternyata hingga pulang. Perjalanan dari bukateja, kami ambil arah lurus...desa apa saya lupa. Tapi yang jelas, sepanjang jalan ada pohon mangga di kiri kanan. Inilah yang kusuka dari Purbalingga, setiap desa punya ciri khas sendiri. dan Masih sangat asri..rapi. Masuk ke wilayah rakit, bau wangi melati (ah hati saya masih ga enak nyebut bunga ini) menyeruak sepanjang perjalanan kami walau saat hujan deras. Tumben amat kok semerbak banget.

Rakit adalah salah satu desa di Banjarnegara yang memang mengkhususkan diri pada pertanian melati teh, orang Rakit menyebutnya sebagai melati gambir. Melati jenis ini berbeda dengan melati hiasan pengantin (melati menur, mereka biasa sebut). Daun lebih kecil, batang lebih banyak dan melati jenis ini lebih kecil pula. Tak akan pernah bosan perjalanan melewati ini...kiri kanan jalan hanya berisi ladang pertanian. hijau...

Sampai di SD kincang, kami belok ke arah kiri...wow...seperti di ubud. Terasiring...bersisian dengan irigasi yang berkelok...indah dan nyaman sekali untuk tempat pertanian. Ternyata masih 1 km kami masuk kedalam hingga sampai rumah Hamdan. Sungguh kampung yang sangat produktif. Pertanian dan perikanan, dan satu lagi...dinginnnn sekali kampungnya. Pantas Hamdan doyan tidur di sini.

Terjebak hujan hingga 2 jam di rumah Hamdan, kami bercerita seputar melati gambir. Hasil pertanian yang berhasil mengantarkan Hamdan hingga alih jenjang di Fakultas Pertanian. Hebat. Siapa sangka, bunga kecil yang pada saat tertentu hanya menghasilkan Rp 500 per kilo bagi pemilik lahan, bisa menyekolahkan anak hingga hampir sarjana. Kehidupan mereka sangat layak, mungkin lebih layak dibandingkan para pegawai di perkotaan. dan yang jelas, Damai sekali di kampung kincang ini.

Kata Bapak Hamdan, saat ini harga melati sedang bagus karena tidak sedang musim. Bisa mencapai harga Rp 18.000,00 per kilo basah. Dan bila dikurangi ongkos pemetik, petani seperti Bapak Hamdan masih bisa beroleh Rp. 13.000,00 per kilo basah. Bapak bilang, setiap hari, mereka bisa mengumpulkan 15-20 kg melati gambir.

Pemetikan melati gambir ternyata dibatasi oleh waktu, jam 1 siang, sudah harus terkumpul, dan bila tidak akan ditinggal oleh pengepul. Mereka memulai memetik pagi hari jam 6, dan ada 2 tugas, pemetik dan pemangkas batang. Pemetik bertugas mengambil kuncup melati, yang mekar tidak bisa diambil. Sementara pemangkas, harus dilakukan setiap hari untuk menumbuhkan semian baru yang nantinya akan tumbuh bunga baru. Bila tidak, maka melati tidak akan berbunga dan akan mati. Dan menurut ibu, bunga ini, tidak bisa tumbuh disembarang tanah dan tempat. Bisa tumbuh tapi tidak berbunga denga optimal. bahasa ilmiahnya..Untuk budidaya melati secara komersial diperlukan tanah yang remah, porus, berpasir dan juga kaya bahan organik yang telah terdekomposisi (Pizzetti dan Coaker, 1968). Jadi yang suka melati...siap2lah untuk menjadi tanah yang bisa membuatnya berkembang, tidak hanya tumbuh saja..

Obrolan ngalor ngidul yang banyak ilmu, hujan diluar masih deras dan tambah deras. Akhirnya kami memutuskan pamit. Hujan yang deras sepanjang jalan, tidak mengurangi harumnya melati dan pemandangan indah dari mulai rakit, karang cengis, Kemangkon, Jetis, Toyareka hingga Blater. Jalur alternatif dengan banyak keindahan khas pedesaan. Perjalanan indah yang mungkin juga kadang sulit ditemukan di daerah seperti Purwokerto, walaupun bersebelahan.

Finally...i said... by Dwi Esti on Tuesday, August 7, 2010 at 11:38pm

Been running from this feeling for so long
Telling my heart I didn't need it
Pretending I was better off alone
But I know that it's just a lie
So afraid to take a chance again
So afraid of what I feel inside.......................But I need to be next to you

Penggalan lagu Leigh Nash ini..adalah gambaran hati saya sekarang. Jam ini...saya merindukannya. Walaupun saya tahu....itu hanya ada dalam impian saya saja. Dan perasaan seperti ini ... adalah yang paling saya benci....dari dulu. Tapi saya tahu....ini yang seharusnya terjadi....

Tidak ada sesuatu kejadianpun tanpa ijinMU...saya mempunyai perasaan inipun pasti atas ijinMU. Dan saya ingin mengatakan kepadaMU Rabb....

Hamba mohon...
Jika perasaan ini bukan hak saya....Tolong, ambil kembali dari hati saya.,,,

Dwi Esti saya senang bisa menulis ini ...ungkapan hati saya..and thank to FB yang sudah membuatt saya bisa menghiden ini dari semua orang.
August 7 at 12:31pm

Dwi Esti Rabb...saya senang karena akhirnya ada komentar di status saya. Engkau pasti tahu....Engkau kan Maha Tahu. Tapi hamba mohon....ambil ini dari hati saya. Saya butuh bertahan Rabb...
August 7 at 3:08pm

Dwi Esti Rabb...Wahai Yang Maha Tahu isi hati...sampai kapan saya harus membohongi diri saya sendiri, jikalau perasaan ini semakin kuat. Rabb...Jangan jadikan perasaan ini menjadi maksiat bagi diri hamba..
Rabb...ampuni hamba jikalau rasa ini salah d...See More
August 8 at 10:39pm

Dwi Esti Rabbku Yang Maha Rahim....tolong saya...menata hati saya...
August 9 at 10:20pm

Dwi Esti Rabbku...jikalau malam ini hamba bisa tersungkur di hadapanmu..insya Allah akan hamba lakukan. Rabb....hamba ingin menangis dihadapanMu..hamba lemah Ya Rabb. Ampuni hamba...ampuni hamba Ya Ghoffar. Jika ini bukan yang terbaik untuk hamba...hamba Mohon..Jangkan Kau biarkan hamba terus mengharap. Jadikan diri hamba iklas apapun yang telah Kau tuliskan bagi diri hamba.....Engkaulah sebaik-baik penolong bagi diri hamba...
August 9 at 10:52pm · Like ·

Dwi Esti Rabbku..Lindungi saya, adik2 saya dan orang2 yang saya sayangi, termasuk mas adi dalam KeberkahanMu di Bulan sucimu ini. Berikan kami kesehatan pikiran, kesehatan jasmani...agar kami bisa melalui Bulan suciMu denga hati iklas. Tambahkan ilm...See More
August 10 at 11:34pm · Like ·

Dwi Esti saya ingin dia sehat...
August 12 at 1:28pm · Like ·

Dwi Esti Rabb...dibulanMU yang indah ini, saya pasrahkan hati dan diri saya kepadaMU. Saya sudah tidak mampu lagi untuk membohongi diri saya sendr, tapi saya juga tidak bisa berbuat apa2 lagi. Ini semua dalam genggamanMu...hamba pasrah pada ketentuanMu.
August 13 at 10:45pm · Like ·

Dwi Esti Rabb...saya ingin menanyakan bagaimana keadaannya sekarang, apakah sehat..tapi saya sudah malu melakukannya. Engkau Maha Penjaga...Tolong jaga dia..
August 14 at 11:34pm · Like ·

Dwi Esti setiap saya menemukan keindahan...saya ingin membagi dengannya..
August 16 at 11:07pm · Like ·

Dwi Esti Rabb...Engkau pasti Tahu, ada rasa perih dalam dada ini, stiap kali tidak menanggapiku...apalagi bila ada yang berkata bahwa dia sedang bermimpi tentang orang lain...Rabb...tolong hamba...
August 18 at 4:46am · Like ·

Dwi Esti Rabb....tolong saya....i hate this feeling..

August 24 at 10:25pm · Like ·
Dwi Esti Allohu Rabbi...hari ini...ingin kurendahkan suaraku dan kutundukkan wajahku
hamba ingin mendengar kata hati hamba sendiri...
hingga hamba menulis ini....hamba menyanyanginya...
dengan alasan yang hingga saat ini belum bisa kutau...
Jaga dia de...See More
Sunday at 11:44pm · Like ·

Jengkol dan Pete....apa mau anda lepas juga? Peluangnya?


Bisa tertawa ya melihat awal judul ini. Saya sendiri memang bukan orang yang suka menyantap buahan ini. Terus terang tidak bisa merasakan dibagian mana nikmatnya buahan ini. Sebagian orang ditempat kerja saya dulu gemar sekali menjadikan kedua buahan bau ini dalam menu makanannya. Pithecollobium jiringa atau Jengkol merupakan tanaman khas Asia tenggara. Demikian juga dengan petai (Parkia speciosa).

Tapi ternyata memang banyak yang gemar menjadikan kedua buahan ini sebagai teman makan. Penambah nafsu makan kata teman saya. Wah kalo bisa menambah nafsu makan, buat saya bisa ngeri..hehehe. Makanan yang identik dengan "segmen bawah" ini (saya agak tidak enak menyebutnya) beberapa tahun lalu sempet mengejutkan saya. Bukan karena baunya. Karena potensi usaha yang dimilikinya.

Beberapa hari ini di Home FB saya, sedang banyak orang membagi note tentang kekayaan negeri ini yang selama ini sudah dikeruk habis-habisan oleh perusahaan-perusahaan asing. Alhamdullilah ada yang mengingatkannya kembali, padahal banyak majalah sudah mengulas habis masalah ini jauh-jauh hari bahkan tahun yang lalu. Tapi satu yang saya agak sayangkan, yang dibahas hanya kekayaan yang kasat mata saja. Okelah...kalau itu anda merasa sulit mencegah, kita pertahankan yang masih benar-benar kita pegang. Ada banyak kekayaan alam. Salah satunya petai dan Jengkol.

Pasti tertawa lagi dengan pernyataan saya. Semoga anda sedikit bisa menahan tawa setelah anda membaca cerita saya. Ketika saya masih kerja di Lampung, saya baru tahu, buahan "segmen bawah" ini bisa menjadikan seseorang menjadi eksekutif. Apa lagi ini?

Saya cuti 2 bulan sekali dan biasa pulang cuti mengunakan 2 kendaraan umum, kalau tidak kereta api ya bis langsung dari Lampung. Hehehe...agak sombong sedikit...bukan apa2 sebenarnya...masa saya sudah capai kerja naik kendaraan yang biasa saja. Dan alhamdullilah, saya masih bisa memilih kendaraan yang berAC, dengan kursi yang bisa diatur. Susah men....eksekutif klas.

Dalam bus langsung Jurusan Jogja dari Lampung ini, sering sekali saya bersama seorang laki-laki, masih muda, Dandanan Oklah..keren. Biasanya saya duduk sebelah dengan dia. Karena saya berlangganan, maka tempat duduk biasanya juga tidak berpindah-pindah. Awalnya saya hanya berujar saja dalam hati, "eh sering sekali saya bareng orang ini". Tapi terus terang saya tidak pernah menanyakannya. Sudah tahu ya sudah. Cuma yang saya tahu, dia selalu memakai tas pinggang dan Hpnya banyak. Hanya itu, dan kebiasaan saya sekarang begitu sudah di bis, keluarkan buku, kalau capek,...tidur.

Sebelum sampai Purwokerto, bus Jurusan Jogja ini hanya berhenti 1 kali, di daerah Indramayu. Dan biasanya itu pukul 1 atau 2 pagi. Tapi bila ada orang ini, Bis akan berhenti berkali-kali mulai dari daerah cirebon hingga nanti saya turun di Ajibarang. Walaupun tidak pernah lama. Dan laki-laki disebelah saya ini selalu teriak dari sebelah saya kepada kenet, "1 net", atau 2 atau 3. Saya yang masih tertidur kadang kaget, "orang ini apaan sih, mbok yo maju wae ngopo", ujar saya dalam hati. Agak kesel. Dan satu lagi yang buat kesel, Hpnya pasti selalu bunyi bila sudah masuk daerah kanci..brisik..krang kring. Mana ringtone jadul yang dipasang...karena memang ke-3 hpnya model jadul semua..hehehe.

Suatu kali keluar daerah prupuk orang ini sudah buat brisik sekali.ternyata Hp-nya mati semua. Pusing banget sepertinya. Dia tahu saya sudah bangun, akhirnya hp saya yang dia pinjam, "mba saya boleh pinjam hpnya? saya mau telpon, Hp saya low bat semua", kata dia. Saya mempersilahkannya, dan dia menelepon seseorang. Setelah mengembalikannya, dia bilang ke saya, baru menelepon seseorang di daerah ajibarang. Dia mau menurunkan barang, suruh orang menunggu di sana.

Seperti biasa, saya penasaran, saya tanya barang apa. "Jengkol dan Pete mba," jawab dia. Makin penasaran, saya tanya lagi. Akhirnya kami bercerita. "Saya dagang Pete dan Jengkol mba, saya ambil dari lampung. Tepatnya dari daerah Lampung Timur. 2 hari sekali saya bawa ke Jawa. Saya sudah punya pelanggan dari daerah Cirebon, brebes, Ajibarang, Kebumen, Jogja dan Klaten. Karena saya ngejar Pasar Bukaan pagi, saya pake bis ini", terperangah saya. Dalam pikiran saya, apa ga rugi ya?..penasaran saya tanya. "Buktinya saya 2 hari sekali mba. Sampe klaten besok siang, istirahat sebentar, saya berangkat naik kereta ke gambir. Pake Taksaka, sambung damri langsung ke Lampung. Begitu terus mba. Sekali bawa, saya biasanya bawa 15-20 karung jengkol dan pete. Per karung 100 kg", lanjut dia.Haaahhhh...mlongo saya.

Bisa anda bayangkan, di lampung petai (aduh satuan saya lupa), satu ikat besar isinya 100 sisir, di daerah suak tempat saya kerja, hanya berharga 15-30 rb. Di Jawa, 1 sisir bisa berharga 1500-3000 rb rupiah. Berapa untung tiap 1 sisir? 10-15 kali untung. Busyet.....Belum lagi jengkol. Dilampung, kata dia, 1 kg jengkol di petani hanya 1500-2000 rupiah. Begitu dijual bisa sampai 8000-12000 per kg. Berapa kali keuntungan coba?

untung jengkol saja, keuntungan kotor sudah 6 juta sendiri. Belum lagi petai. dan ini lebih banyak dari jengkol. Dan itu 2 hari sekali. Keuntungan bersih per bulan?...OMG.

Saya tidak pernah menyangka ternyata barang bau ini...bisa membuat jadi kaya juga. Pantas sekali naik kendaraan eksekutif tidak pernah merasa berat. Saya..hanya tahu dia lulusan SMA di klaten. Dulu dia hanya iseng saja, membantu ibunya jualan jengkol dan pete di pasar klaten. Tapi pasokan terkadang susah. Akhirnya ada seorang teman yang bilang kalau di Lampung banyak sekali pete dan Jengkol, akhirnya dia iseng ke daerah berhen. Dan dari situ memang pasokan terbesarnya. Kalo dihitung tahun ini dia masih jualan berarti sudah 6 tahun. Sayang...saya lupa nanya namanya.

Pete dan jengkol kekayaan alam yang tidak kalah hebat dari potensi laut, batubara, emas, timah, gas dan seabreg kekayaan lain di indonesia. Apa mau kita lepas juga ke orang-orang itu? Jangan salah, kalo orang barat tahu Jengkol punya potensi sebagai obat diabetes, mungkin saja dia akan ambil itu dari kita. Tinggal kita...mau meninggalkan gengsi dengan mengolah dan memperdagangan jengkol dan petai untuk bangsa sendiri...atau nanti...menjualkan petai dan jengkol untuk perusahaan luar negeri tapi kita berdasi?....

It's all depends on You...